Jumat, 10 Juni 2011

TANYA

merenung dalam pikir, menerawang tak berujung
melampaui batas logika, bermain dalam imajin
semua kebohongan terlihat nyata
tak tersentuh indra, membalikkan dunia
dan semuapun tak terpikir
hanya TANYA membelenggu

Rabu, 01 Juni 2011

FARDHIAN FITRAHUDIN PRATAMA: tidak ada bedanya, mas bro

FARDHIAN FITRAHUDIN PRATAMA: tidak ada bedanya, mas bro: "semua berkata berbeda, tapi ku pikir sama saja tak ada bedanya, di antara mereka yang bertarung semua hanya menyisakan konflik dan luka ..."

tidak ada bedanya, mas bro

semua berkata berbeda, tapi ku pikir sama saja
tak ada  bedanya, di antara mereka yang bertarung
semua hanya menyisakan konflik dan luka
tak ada yang mau berdamai, mereka hanya menggunakan ego
ideologi dijadikan dasar layaknya agama, padahal semua bertumpu pada satu titik
bagiku sama saja, tak berbeda, hanya mereka yang melihat dari sudut pandang yang berbeda
mereka salimg menyerang, memperebutkan yang mereka anggap sangat berharga
ketika seseorang mendapatkannya, yang lainpun menyimpan dendam
mereka yang telah mendapatkannya dapat dengan mudah menyingkirkan dan menginjak-injak yang kalah
kasihan sekali mereka, tak ada bedanya
yang kulihat dari mereka adalah, bagai warna-warna yang selalu menghiasi hari mereka
lucu sekali menurutku....
ya sudahlah ini hanya permainan yang tak pernah usai
biarlah berlalu dan menjadi cerita usam.

Minggu, 29 Mei 2011

kritis

Dewasa ini, telah banyak atau mungkin hampir seluruh masyarakat Indonesia yang telah melupakan sejarah dan kebudayaan bangsanya sendiri. Bahkan saat ini sudah tidak ada kepedulian terhadap sejarah dan budaya itu sendiri, seakan sejarah yang telah di perjuangkan oleh para pahlawan kita dianggap sebagai cerita “FIKTIF” belaka, padahal ada sebuah kalimat yang mengatakan bahwa “BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA PARA PAHLAWANNYA”. dan semua kebudayaan yang telah diturunkan oleh para leluhur kita hanya dianggap sebagai pertunjukkan, hiburan dan hanya khayalan mereka saja, padahal semua itu mempunyai arti dan maksud tertentu, seperti rasa syukur, kebahagiaan dan semua hal-hal positif yang telah di berikan oleh Allah S.W.T. kepada kita semua, kita baru mengakui kebudayaan kita sendiri jika ada Negara lain yang mengklaim kebudayaan kita sebagai kebudayaan mereka.

            Modernisasi yangsemakin maju yang masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan manusia di dunia terutama di Indonesia telah di salah gunakan oleh masyarakat bangsa ini, bahkan semua modernisasi itu telah membutakan mata semja manusia d Indonesia. Seakan semua sejarah dan kebudayaan itu dengan mudahnya kita gadaikan pada modernisasi tersebut, itu sama saja dengan menggadaikan harga diri bangsa kita secara Cuma-cuma. Lalu apa artinya dengan semua perjuangan yang telah diberikan oeh para pahlawan dan para leluhur kita.

            Tidak hanya sejarah dan kebudayaan yang dilupakan, tetapi telah terjadi krisis yang berkepanjangan di Negara kita ini, seperti krisis moral, krisis ekonomi, krisis persatuan, krisis ksejahteraan dan masih banyak krisis yang terjadi di Negara ini yang malah membuat perilaku masyarakat Indonesia sangat amat melenceng dari perilaku asli Indonesia. misalnya, banyak orang yang berpakaian layaknya mereka seperti sedang sendirian di suatu tempat tanpa ada orang lain selain dirinya sendiri, pembunuhan dan yang lainnya.


Selain itu banyak juga kesenjangan yang terjadi di Indonesia yang memicu kriminalitas di Negara ini,seperti pembangunan gedung-gedung mewah d kota-kota besar, apartemen, rumah susun dan rumah-rumah besar lainnya dengan fasilitas serba ada dan serba mewah yang membuat masyarakat dengan pendapatan sangat minim iri hati dan ingin mendapatkan semua itu dan terjadilah pencurian, pencopetan dan tindakkan kriminal lainnya.

            Selain masyarakat pinggiran atau yang biasa di sebut masyarakat bawah atau masyarakat strata bawah, kriminalitas yang di lakukan seperti di atas juga di lakukan oleh masyarakat strata atas, seperti dalam pemerintahan di Indonesia, banyaknya korupsi yang terjadi di kalangan pemerintah pusat dan daerah. Bahkan yang lebih parah adalah peningkatan gaji atau upah di kalanganpemerintahan Indonesia tetapi kinerja yang di tunjukkan oleh para pemerintah masih saja tetap tidak menunjukkan peningkatan, mungkin cenderung menurun, dan juga tidak ada peningkatan kesejahteraan di kalangan masyarakat strata bawah, dan ini memicu kesenjangan social, kecemburuan social dan juga ketidak percayaan dan perpecahan kepada setiap individu di Negara ini, dan seakan Indonesia yang di sebut sebagai “NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA” ini sudah tidak ada artinya lagi. Dan sepertinya hukum di Indonesia ini hanyalah tinggal teori saja, karena kita sudah jarang sekali menemui keadilan di Negara ini.

            Selain itu, prestasi yang kita raih baik dalam hal pendidikan maupun non pendidikan sangatlah kecil jika dibnadingkan dengan masa-masa silam, entah mengapa sepertinya bangsa ini semakin mundur dari bangsa lainnya,  kita hanya memikirkan ego kita sendiri, kita terlalu memanjakan drir kita sedir dengan teknologi yang semakin modern, sehinga kita kehilangan jatidiri kita sebagai BANGSA DAN NEGARA INDONESIA.

            Hampir semua kekacauan di Negara ini disebabkan di karenakan oleh kita sendiri yang tidak mau peduli dengan lingkungan sekitar kita. Kita semua belum mau menyadari betapa pentingnya perjuangan para pahlawan dalam memerdekakan Republic ini, dan semua kebudayaan yang telah di turunkan oleh para leluhur kita, kita masih terbuai oleh modernisasi.
Apakah ini sudah “PANTAS” bagi kita sebagai “WARGA NEGARA”?, dan apakah sudah “PANTAS” “REPUBLIK” ini di sebut sebagai “BANGSA” dan “NEGARA”?


NB:karena tulisan ini syay tulis atas dasar pemikiran saya sendiri, tentunya masih banyak kekurangan maka di mohon kritik dan sarannya, terima kasih